THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Kamis, 20 Mei 2010

Contoh struktur organisasi formal

ORGANISASI FORMAL
Organisasi formal ini merupakan organisasi yang dengan sengaja direncanakan dan strukturnya secara tegas disusun.
Organisasi formal harus memiliki tujuan atau sasaran.
Tujuan organisasi ini akan menentukan struktur organisasinya.
Jadi, struktur organisasi merupakan suatu kerangka yang menunjukkan seluruh kegiatan-kegiatan untuk pencapaian tujuan organisasi; hubungan antarfungsi-fungsi, serta wewenang dan tanggung jawabnya.

1. Strategi dan Struktur
Chandler menyimpulkan : pengubahan strategi mengakibatkan pengubahan desain organisasional.
Peningkatan kompleksitas menyebabkan struktur tersentralisasi menjadi tidak efisien.
Perusahaan-perusahaan harus mengubah struktur nya menjadi struktur yang desentralisasi.
Hubungan antara strategi, struktur dan lingkungan dapat dipandang dari dua perspektif utama.
1. Organisasi reaktif thd lingkungannya.
2. Organisasi proaktif


2. Lingkungan Eksternal dan Struktur
Tiga tipe lingkungan :
1. Lingkungan stabil.
2. Lingkungan berubah.
3. Lingkungan bergejolak.

Burndan Stalter mengemukakan bahwa sistem mekanistik adalah paling sesuai untuk lingkungan stabil, sedangkan sistem organik paling sesuai untuk lingkungan bergejolak.
Sistem mekanistik berarti bahwa kegiatan-kegiatan organisasi diperinci menjadi tugas-tugas yang terpisah dan terspesialisasi.
Dalam sistem organik, individu-individu lebih cenderung bekerja dalam suatu kelompok daripada bekerja sendiri.

3. Teknologi dan Struktur
Hubungan antara proses teknologi dan struktur organisasi :
1. Semakin kompleks teknologi semakin besar jumlah manajer dan tingkatan manajemen.
2. Perusahaan yang ingin sukses harus mempunyai struktur yang sesuai dengan tingkat teknologinya.

4. Orang dan Struktur
Para manajer organisasi – terutama para manajer puncak – mempengaruhi pemilihan strategi, Selanjutnya pemilihan strategi ini akan mempengaruhi tipe struktuk yang digunakan dalam organisasi.
Seorang manajer dengan anggapan-anggapan Teori X akan lebih menyukai struktur organisasi mekanistik, sedangkan manajer dengan angapan-anggapan Teori Y mungkin menyukai sistem yang lebih organik.
Pendekatan Kontingensi dalam Desain Organisasi
Struktur yang paling cocok bagi organisasi sangat tergantung pada keadaan-keadaan tertentu organisasi pada waktu tertentu.
Model-model Struktur Organisasi

Model Tradisional
1. dirancang terutama untuk lingkungan yang stabil dan pengubahan yg terjadi didalamnya dapat diperkirakan.
2. cenderung tidak efisien dalam lingkungan yang sangat bergejolak.

Model Hubungan Manusiawi
Dalam model hub manusiawi juga diterima konsep spesialisasi, rutinitas, dan pemisahan perencanaan dari pelaksanaan sebagai ciri utama organisasi yang efektif.
Model hub manusiawi, secara eksplisit mengakui bahwa orang tidaklah selalu bertindak persis segaris dengan posisi menurut struktur formalnya.
Hal ini mengandung perhatian manajemen akan adanya ”struktur informal” yang ada di seluruh elemen-elemen organisasi.

Model hub manusiawi lebih meng-”usul”-kan bermacam-macam penyesuaian, teknik-teknik dan perilaku-perilaku struktur ”off line” :
1. kepemimpinannya dpt mengurangi friksi-friksi di antara orang-orang dan jabatan-jabatan mereka dalam organisasi, serta mengembangkan hubungan kerja sama yang baik antarpara anggota organisasi.
2. menyarankan manajer memanfaatkan organisasi informal dalam departemennya.
3. ditunjukkan sejumlah teknik atau program yang biasanya di bawah yurisdiksi kewenangan departemen personalia.

DIMENSI-DIMENSI DASAR STRUKTUR ORGANISASI
Pembagian Kerja
• Relatif dapat menurunkan keterlibatan kerja , maupun kepuasan kerja karyawan,
• menimbulkan kebosanan karena pekerjaan menjadi monoton
• mengakibatkan tingkat komitmen karyawan lebih rendah dan kehilangan motivasi
• Dapat mempengaruhi tingkat prestasi organisasi

Wewenang = hak melakukan sesuatu ( atau memerintah orang lain untuk melakukan sesuatu )
Kekuasaan = kemampuan untuk melakukan hak tersebut
Tanggung jwb = kewajiban untuk melakukan sesuatu.
Rentang kendali.= Berapa orang jumlah bawahan yang dapat dikendalkan secara efektif oleh seseorang manajer.
Struktur flat
• mempunyai rentangan melebar / banyak

Struktur tall
• mempunyai rentang kendali sedikit / sempit
• hanya sedikit jumlah bawahan yg berada di bawah kendali seorang atasan sehingga memungkinkan pengawasan dan disiplin yang ketat.
• diterapkan Dalam Struktur klasik

Dimensi struktur yg lain :
• Komunikasi dalam organisasi.
• Hubungan lini dan staf.
• Sentralisasi dan desentralisasi
• Rantai wewenang skalar
• Kesatuan perintah

Sebagai contoh nya adalah sponsor, karena sponsor menggunakan struktur-struktur organisasi formal guna mencapai target yang ingin di raih (keuntungan).

Contoh organisasi informal

Naik gunung bersama teman-teman bisa di katakan sebgai organisasi informal karena organisasi ini terbentuk karena tidak adanya unsur di sengaja antara para pelakunya. Sebab organisasi ini di bentuk karena adanya rasa ketertarikan antara para pelaku dengan lingkungan sekitar. baik itu dari segi kepuasan maupun lingkungan alam, biasanya dalam organisasi ini. para pelaku ini membuat suatu kegitan untuk membuat orang lain baik dalam lingkungan masyrakat itu sendri ataupun masyarakat di lingkungan luar tertarik untuk bersama-sama melestarikan alam. Biasa nya para pelaku menarik perhatian tersebut dengan cara membuat sebuah pendakian massal (beramai-ramai). Yang dimana dalam pendakian massal itu membuat orang lain tertarik untuk saling bertukar pengalaman dengan pendaki lainnya.

Pengertian organisasi formal dan informal

A. Arti Istilah Organisasi

1. Organisasi Menurut Stoner
Organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan manajer mengejar tujuan bersama.

2. Organisasi Menurut James D. Mooney
Organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.

3. Organisasi Menurut Chester I. Bernard
Organisasi merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.

B. Penertian / Definisi Organisasi Informal dan Organisasi Formal

1. Organisasi Formal
Organisasi formal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang mengikatkan diri dengan suatu tujuan bersama secara sadar serta dengan hubungan kerja yang rasional. Contoh : Perseroan terbatas, Sekolah, Negara, dan lain sebagainya.

2. Organisasi Informal
Organisasi informal adalah kumpulan dari dua orang atau lebih yang telibat pada suatu aktifitas serta tujuan bersama yang tidak disadari. Contoh : Arisan ibu-ibu sekampung, belajar bersama anak-anak sd, kemping ke gunung pangrango rame-rame dengan teman, dan lain-lain.

Kesimpulannya baik organisasi formal dan informal di dasarkan atas tujuan bersama.